IPKIN

Ipkin buat standard profesi TI
Ikatan Profesi Komputer dan Informatika Indonesia (Ipkin) memberikan
perhatian serius terhadap perkembangan sumber daya manusia bidang teknologi
informasi melalui berbagai kegiatannya termasuk pembuatan standard profesi
TI.

Ketua Umum Ipkin Hari Sulistiyono mengatakan Ipkin merupakan organisasi
profesional di bidang TI pertama di Indonesia karena didirikan pada 1974.

“Sebagai pioner, tentu dapat saya katakan bahwa tugas utama Ipkin adalah
meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM melalui TI,” ujarnya beberapa waktu
lalu.

Salah satu program Ipkin, kata dia, yaitu membuat standard profesi TI versi
pertama melalui kerja sama dengan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker).

Menurut dia, Ipkin juga aktif menjalin kerja sama dengan organisasi
internasional sejenis khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan
survai profesional di bidang TI .

“Sebetulnya, kemampuan tenaga TI kita tidak kalah dengan negara lain karena
selama tiga tahun berturut-turut, wakil dari Ipkin berhasil menjuarai
kompetisi software tingkat Asia Pasifik,” ujarnya.

Ipkin, kata dia, bekerja sama dengan masyarakat informatika di Jepang dalam
mengirimkan beberapa anggotanya untuk mengikuti praktek kerja di Jepang.
“Tahun ini kami juga akan mengirimkan tiga orang ke Tokyo.”

Pada 2002 mendatang, tambahnya, Indonesia akan menjadi tuan rumah dari
seminar dan pameran Internetworks se-Asia Pasifik.

Meski memiliki SDM berkualitas baik, namun Hari menilai keadaan Indonesia
dari sisi TI memprihatinkan.

“Ada lima aspek yang menjadi ukuran kesiapan sebuah negara menjadi e-nation
yaitu conectivity, e-leadership, information security, human capacity, dan
e-business climate. Indonesia masih ketinggalan,” ujarnya.

Dari sisi e-leadership, kata dia, pemerintah belum memberikan prioritas
khusus untuk mengembangkan masyarakat e sehingga mencapai tingkat nasional.
“Sedangkan dari sisi e-business climate masih tertinggal jauh dibanding
negara-negara Asean.”

Kesiapan Indonesia untuk memanfaatkan perkembangan Internet dalam menunjang
ekonomi, tambah dia, masih jauh dari yang diharapkan.

“Memang kita tidak perlu bergantung sepenuhnya kepada pemerintah, apalagi
permasalahan yang dihadapi pemerintah kita begitu banyaknya. Namun peran
pemerintah tetaplah penting. Karena itu, kalangan swasta dan asosiasi
profesi perlu ambil insiatif untuk membangun kesiapan.”

Dia mengatakan kualitas dan kuantitas institusi pendidikan yang menekankan
pengembangan keterampilan ke arah masyarakat berbasis pengetahuan dan
informasi juga masih jauh dari yang diharapkan. (m9)
Sumber : Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: